Mang Mang 小鹿蔓蔓

Rahasia Bedong Bayi: Pembantu Menidurkan yang Meningkatkan Kualitas Tidur Bayi!

2022.07.25

Daftar isi artikel:

Bayi Memakai Bedong

Masalah Apa yang Dihadapi Orang Tua Baru saat Bayi Tidur?


Banyak orang tua baru kelelahan dan kurang tidur sepanjang tahun pertama anak, dengan satu penyebab: bayi tiba-tiba terbangun saat tidur dan sulit ditidurkan lagi, benar-benar merepotkan!!
Bayi baru lahir umumnya bisa tidur 16 jam sehari, tetapi tiap tidur jaraknya pendek, sering hanya sekitar setengah jam, yang panjang bisa 3 sampai 4 jam; di antara bayi berusia dua bulan, 50% bisa tidur terus 7-8 jam tanpa menyusu; pada usia empat bulan, sebagian besar bayi
sudah bisa tidur terus-menerus 8 jam tanpa menyusu. Hanya saja bayi yang disusui langsung dengan ASI mungkin baru mencapai target ini pada usia 5 bulan.


3 Penyebab Utama Bayi Baru Lahir Terbangun di Malam Hari


Jika bayi memiliki kualitas tidur yang baik, selain membantu perkembangan normalnya, orang tua juga mendapat malam yang tenang. Karena itu, bagaimana membuat bayi tidur sepanjang malam dan mengurangi seberapa sering terbangun dan menyusu malam adalah ilmu besar bagi orang tua baru. Disarankan setiap orang tua baru lebih memahami penyebab bayi terbangun malam, agar bisa membantu memperbaiki masalah tidur bayi dari akarnya, dan sama-sama mendapat tidur yang baik! Berikut tiga penyebab yang sering membuat bayi terbangun di malam hari.
  1. Siklus tidur bayi lebih pendek: sebenarnya bayi tidur sebentar lalu bangun adalah hal yang sangat normal, karena dibanding siklus tidur orang dewasa 90 sampai 100 menit sekali, siklus tidur bayi hanya 45 sampai 60 menit. Ditambah tidur bayi lebih ringan, sedikit suara, perubahan suhu ruangan, atau gerakan tubuh yang besar mudah membuat bayi bangun setelah tidur sebentar. Karena itu, memberi bayi lingkungan tidur yang baik menjadi sangat penting. Lingkungan tidur yang membuat bayi merasa aman dan nyaman dapat membantu bayi, setelah terbangun malam, tidak rewel, tidak menangis, tidak perlu ditimang, dan bisa tidur lagi sendiri!
  2. Suhu ruangan terlalu dingin atau terlalu panas: saat bayi baru lahir, fungsi pengaturan suhu tubuhnya butuh waktu untuk matang. Karena itu jika ruangan terlalu panas atau terlalu dingin saat bayi tidur, bayi merasa tidak nyaman, terbangun dan menangis. Untuk membuat bayi tidur lebih nyenyak dan masuk tidur dalam yang tidak mudah terbangun, menjaga suhu ruangan tetap konstan sangat penting. Atau gunakan perlengkapan bayi seperti bedong dan selimut bayi untuk memberi kehangatan, yang membantu bayi tidur kembali.
  3. Cara menidurkan yang keliru: agar bayi tidur dengan baik dan tidak terus terbangun tengah malam, cara tertidur juga hal yang tidak boleh diabaikan. Jika orang dewasa menidurkan bayi dengan menggendong, menyusui, atau menjaga di samping tempat tidur, maka saat bayi terbangun tengah malam dan tidak berada dalam situasi yang sama, bayi akan gelisah dan menangis. Karena itu disarankan orang dewasa melatih bayi tidur sendiri, agar meski terbangun tengah malam tidak rewel karena tidak melihat orang tua, dan terbiasa tidur kembali sendiri setelah terbangun.


4 Cara Agar Bayi Tidur Sepanjang Malam


  1. Gunakan bedong untuk memberi bayi rasa aman tertentu: bicara soal perlengkapan wajib bayi baru lahir, bedong pasti tak terpisahkan. Di rumah sakit, perawat akan membedong bayi; bedong seperti rahim, membungkus bayi dengan hangat dan memberi rasa aman yang cukup. Selain itu, bedong juga efektif membatasi gerakan bayi; bayi mungkin mengalami gerakan refleks saat tidur, dan gerakan yang terlalu besar bisa tiba-tiba membangunkannya. Karena itu, bedong membatasi gerakan bayi dan membuat bayi tidur lebih nyenyak.
  2. Ajak bayi beraktivitas di luar: sebelum usia 6 bulan, sekresi melatonin bayi kurang dan jam biologisnya sulit terbentuk. Karena itu untuk mendorong sekresi melatonin, disarankan orang tua lebih sering mengajak bayi keluar di siang hari. Bisa berjalan-jalan di taman atau kebun yang luas dengan kualitas udara relatif baik. Manfaatkan sinar matahari siang untuk membantu bayi meningkatkan sekresi melatonin di malam hari, yang bermanfaat bagi tidur nyenyak dan mengurangi masalah bayi sering terbangun tengah malam.
  3. Latih rutinitas yang teratur: untuk membantu melatih rutinitas teratur bayi, disarankan orang tua baru mencatat waktu minum susu, terjaga, dan tidur bayi, lalu menyesuaikannya dengan jam kerja sendiri. Cara ini selain membuat tubuh bayi mulai membentuk rutinitas, juga mengurangi beban orang tua baru, sehingga bayi tidak terlalu bersemangat melihat orang tua hingga sulit tidur, dan punya cukup waktu bersama orang tua.
  4. Ciptakan lingkungan tidur yang baik: jika bayi tidur sebentar lalu bangun, coba ciptakan lingkungan yang cocok untuk tidur bayi. Misalnya siang hari setelah menaruh bayi di tempat tidur, tutup tirai, dan malam hari matikan lampu. Biarkan bayi tahu bahwa saat lampu meredup berarti waktunya tidur, dan mengurangi rangsangan cahaya juga membantu meningkatkan kualitas tidur bayi. Selain itu disarankan 2 jam sebelum tidur, hindari bayi menonton tayangan televisi yang tidak pantas, jika tidak bayi bisa sulit tidur atau mudah mimpi buruk sehingga terus terbangun tengah malam.


Apakah Memakai Bedong Meningkatkan Kualitas Tidur Bayi?


Kemampuan bayi di bawah 1 tahun mengatur suhu tubuh belum matang, tidak bisa menyesuaikan perubahan suhu luar secepat orang dewasa. Memakai bedong dengan benar dapat meningkatkan kualitas tidur bayi secara efektif dan mengurangi bayi terbangun serta menangis di tengah malam.
Bedong dapat membantu tubuh bayi mengatur suhu, meniru keadaan terbungkus di dalam rahim, membuat bayi seperti kembali ke suasana akrab dalam rahim ibu, membantu menstabilkan emosi, membangun rasa aman, sekaligus memberi kehangatan.
Bedong juga efektif membatasi gerakan bayi, mengurangi terbangun kaget akibat refleks seperti "menendang", "gemetar tangan", "melambai", dan sebagainya; selain itu, bedong juga memberi tekanan yang stabil, dan tekanan yang sesuai ini dapat merangsang pertumbuhan otot dan tulang bayi.


Bagaimana Memilih dan Menggunakan Bedong yang Cocok?


Dalam memilih bedong, disarankan menentukan berdasarkan bahan, musim dan ukuran yang cocok, kemudahan dicuci, tingkat aktivitas bayi, dan seberapa sering mengganti popok. Orang tua dapat memilih ukuran dari berat badan bayi dan membeli bedong berbahan lembut, breathable, dan menyerap keringat, serta minimal dua helai, satu tipis dan satu tebal agar bisa diganti sesuai cuaca panas atau dingin; struktur bedong yang sederhana lebih baik, karena desain yang terlalu rumit justru membuat orang tua kerepotan dan membuat bayi tidak sabar saat ganti popok.
Perlu diperhatikan, bedong tradisional mungkin kurang kokoh; jika selimutnya kurang elastis, sangat mudah menutupi hidung dan mulut bayi baru lahir, menyebabkan sesak napas dan dada terasa sesak.


Pengenalan Produk Bedong Bayi Bedtime

Bedong Bayi
Lengan bedong posisi telentang membuat bayi terbiasa dengan posisi tidur telentang; dengan kedua tangan di sisi kepala dan otot bahu terangkat, bayi dapat menghalangi dirinya sendiri berguling ke bawah, sehingga sangat menurunkan kemungkinan bayi beralih ke posisi tengkurap, cukup untuk membuat pengasuh tenang dan bisa beristirahat penuh di malam hari. (Klik di sini untuk membeli produk)

▶ Produk Terkait Lainnya:[Mang Mang] Bedside Crib Face 2 Face


Pengenalan Produk Bedong Bayi Bedtime Edisi Sejuk Musim Panas

Bedong Bayi Sejuk Musim Panas Mang Mang
Bahan sejuk dan sangat elastis, menggunakan warna Morandi berkejenuhan rendah, dipadu gambar hewan lucu yang digambar desainer; tidak mencolok melainkan tenang dan elegan, membantu bayi merasa aman dan tenang, perlahan masuk ke alam mimpi. (Klik di sini untuk membeli produk)

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Membeli
Bedong bayi tergolong "barang kebersihan pribadi yang bersentuhan langsung dengan tubuh", dijual dalam kemasan tersegel demi alasan higienis, sehingga setelah dibuka tidak dapat dijual kembali. Karena itu bedong bayi "tidak berlaku masa pertimbangan 7 hari dan retur/penukaran tanpa syarat". Sebelum membeli, pastikan melihat tabel panduan ukuran.


▶ Artikel Pilihan Mang Mang: