Panduan Perawatan Bayi - Perkembangan di Setiap Tahap (0-2 Tahun)
2020.12.28

Panduan Perawatan Bayi Berdasarkan Usia
0-3 bulan
Bayi mulai belajar mengontrol gerakan kepala, termasuk mengangkat kepala, menjaganya di garis tengah tubuh, dan menolehkan kepala dengan bebas ke kiri dan kanan. Bayi baru lahir belum matang dalam mengontrol kepala dan belum bisa mengangkatnya; hanya saat wajahnya tertutup handuk atau selimut, muncul refleks menoleh untuk menghindari bahaya sesak napas.Mulai usia 3 bulan
Karena perkembangan lengan makin matang, saat tengkurap bayi bisa bertumpu pada lengan bawah, mengangkat kepala, menatap ke depan, serta menoleh untuk mengikuti benda dan mencari sumber suara. Orang tua dapat menggunakan suara, mainan, atau gambar yang digerakkan, atau menggendong bayi dalam posisi tegak, untuk memberi lebih banyak kesempatan melatih kontrol kepala. Bayi baru lahir perlu menyesuaikan kebutuhan fisiologisnya dan merespons rangsangan dari luar, dan sebagian besar mengungkapkan perasaannya dengan menangis.Sekitar usia 4 bulan
Si kecil duduk lebih stabil, bisa menoleh dengan lincah untuk mengamati sekitarnya, dan mencoba meraih benda di depannya.Usia 6 bulan
Saat tengkurap, si kecil bisa menopang tubuh bagian atas dengan telapak tangan, lalu mulai menendang-nendang kaki dan tanpa sengaja bergerak maju mundur atau berputar di tempat, serta mulai berguling. Pada tahap ini bayi mulai menatap orang di sekitarnya dan merespons sesuai nada suara dan ekspresi orang lain. Ia juga mulai bersuara untuk menghibur diri, dan bila keluarga menirukan perilakunya, ia akan mengulangi perilaku itu.Mulai usia 7 bulan
Keseimbangan mulai bertambah; dalam posisi duduk, bayi bisa melepas kedua tangannya untuk melakukan hal lain, misalnya meraih benda di depannya. Bayi juga bisa mulai berlatih memakai cup belajar. Ini juga saat yang baik untuk memberi makanan pendamping ASI; ingat untuk menyuapi dengan sendok agar bayi berlatih mengunyah dan menelan.Usia 9 bulan
Pada tahap ini bayi sudah bisa dengan lancar berpindah dari posisi telentang atau tengkurap ke posisi duduk, dan setelah bisa duduk sendiri dengan stabil, ia mulai suka bermain sambil duduk.Usia 1 tahun
Anak sudah bisa melangkah kecil ke depan dengan dibantu orang lain atau bertumpu pada benda di sekitarnya. Pada tahap ini anak akan aktif mengulurkan tangan meminta digendong anggota keluarga yang dikenalnya, dan memberi reaksi berbeda terhadap nada suara yang ramah atau tidak ramah. Sekitar usia 1 tahun, kosakata yang mulai dikuasai anak berkaitan dengan benda atau mainan yang sering ia lihat, sementara makanan utamanya mulai beralih ke nasi dan susu perlahan menjadi makanan pendamping.Usia 1 tahun 3 bulan
Anak lebih stabil dalam mengubah posisi tubuh, sehingga bisa jongkok untuk memungut benda lalu berdiri kembali, dan juga bisa berjalan ke mana-mana dengan aman. Karena koordinasi mata dan tangan makin matang, anak juga bisa memegang mainan di satu tangan dan mengetuk dengan benda lain di tangan satunya. Pada tahap ini bisa dilatih dengan balok berbentuk untuk mencocokkan dan memasukkannya ke lubang yang berbentuk sama.Setelah usia 1,5 tahun
Saat mulai belajar berjalan, anak juga mengembangkan rasa keseimbangan untuk mencegah jatuh. Tahap ini adalah fase berpusat pada diri sendiri; meski sudah bisa bermain komunikasi sederhana dengan orang tua, anak belum berminat bermain bersama orang lain dan lebih suka bermain sendiri dengan senang hati. Kemampuan memahami dan mengungkapkan bahasa juga semakin maju. Anak mulai mencoba memakai berbagai alat makan, misalnya minum dengan sedotan atau gelas, dan bisa menggigit serta mengunyah lebih banyak makanan padat. Dalam toilet training, anak dapat menyampaikan keinginan buang air atau bahwa ia sudah pipis lewat ekspresi, suara, dan bahasa sederhana, sehingga orang tua bisa memakai pispot kecil agar anak mulai berlatih buang air kecil dan besar.Artikel Pilihan Mang Mang:
