Manfaat Merangkak bagi Anak: Masa Emas untuk Perkembangan Otak dan Koordinasi Tubuh
2020.09.10
Merangkak sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak. Merangkak membuka lebih banyak kesempatan untuk mengenal dunia baru dan bertemu dengan beragam orang dan benda. Latihan merangkak yang cukup memuaskan rasa ingin tahu bayi, sekaligus membangun kemampuan dan kepercayaan diri untuk menyelesaikan masalah secara mandiri di kemudian hari.
Dimulai dari refleks merangkak paling awal, yaitu mengangkat kepala dan berguling, lalu tahap latihan seperti berguling dan merayap maju, hingga akhirnya berkembang menjadi gerakan merangkak yang sebenarnya. Melalui pembelajaran berulang, setiap latihan menjadi stimulasi aktif bagi otak. Belajar merangkak sesungguhnya adalah latihan penguatan fungsi sistem saraf otak, dan merupakan latihan fisik yang tak tergantikan bagi perkembangan otak, tulang, otot, dan saraf anak.

Perkembangan Otak
Bayi yang lebih banyak merangkak cenderung terbantu perkembangan bahasanya, sedangkan bayi yang jarang merangkak, karena stimulasi batang otak dan pusat saraf bahasa yang kurang, dapat terpengaruh perkembangan bahasa dan kemampuan membacanya. Merangkak berpengaruh langsung pada otak secara keseluruhan, dan otak tengah adalah yang paling diuntungkan. Dari struktur otak, otak tengah adalah bagian penting batang otak (pusat kehidupan manusia), tempat dua pusat refleks penglihatan dan pendengaran berada, yaitu 'markas besar' yang mengatur pendengaran dan penglihatan, meneruskan informasi dari luar ke atas dan menyampaikan perintah otak ke bawah. Setelah merangkak memperluas jangkauan penglihatan dan pendengaran, stimulasi pada otak tengah pun menguat. Selain otak tengah, pengaruh positif merangkak pada otak kecil juga tidak boleh diabaikan. Otak kecil mengatur keseimbangan gerak tubuh, dan merangkak adalah gerakan seluruh tubuh yang melatih keseimbangan dan hubungan reaksi pada otak kecil, mendorong serat saraf saling berjalin membentuk jaringan, sehingga struktur sistem saraf otak menjadi lebih sempurna. Koordinasi mata dan tangan juga memiliki efek serupa, merangsang perkembangan otak kiri dan kanan yang seimbang, serta pemahaman dan daya ingat, sehingga kecerdasan bayi berkembang secara menyeluruh.
Perkembangan Fisik
Saat merangkak, otot leher bayi paling banyak bergerak, yang sangat membantu terbentuknya fokus penglihatan. Setelah fokus penglihatan matang, hal ini akan memengaruhi perhatian, konsentrasi, dan kemampuan membaca anak saat besar, serta membantu kelincahan bola mata di kemudian hari. Naik dan turun di antara sofa, meja, dan kursi dapat memperkuat tenaga kaki dan menjadi dasar yang baik untuk berjalan nanti. Merangkak juga banyak menggunakan energi, sehingga membantu anak makan lebih banyak, tidur lebih nyenyak, serta berat dan tinggi badannya bertambah lebih cepat.
Penelitian dari Luar Negeri
Sejumlah penelitian perilaku anak dari luar negeri berpendapat bahwa mendorong anak untuk merangkak lebih awal dan lebih sering dapat membantu perkembangan otak, menggali potensi kecerdasan, dan mengatur koordinasi saraf antara mata, tangan, dan kaki. Dalam satu penelitian, peneliti membandingkan tingkat perkembangan permanen tiga kelompok bayi usia delapan setengah bulan: yang belum bisa merangkak, yang hanya memakai baby walker, dan yang merangkak dengan tangan dan lutut. Hasilnya, bayi yang hanya memakai baby walker dan bayi yang merangkak dengan tangan dan lutut memiliki tingkat perkembangan lebih tinggi daripada yang belum bisa merangkak, dan yang berpengalaman merangkak lebih dari 9 minggu menunjukkan hasil terbaik. Hasil ini menunjukkan bahwa pengalaman gerak seperti merangkak memiliki dampak nyata yang mendorong perkembangan permanen bayi.
Menciptakan Lingkungan untuk Belajar Merangkak
Untuk menghindari kecelakaan, saat bayi merangkak harus ada orang dewasa yang mengawasi. Ketika bayi memasuki fase merangkak, siapkan 'perlengkapan' merangkaknya dengan baik; pelindung lutut jangan terlalu ketat agar tidak mengganggu gerak sendi lutut. Usahakan anak beralih secara alami dari merangkak ke berdiri sendiri. Tempat dan benda berbahaya yang mudah terjangkau saat merangkak semakin beragam, sehingga orang tua perlu lebih memperhatikan area yang rawan kecelakaan. Karena itu, ciptakan lingkungan merangkak yang aman: pasang pelindung pada sudut meja atau lemari yang tajam, dan pada lantai keramik pasang playmat yang empuk. Gunakan matras yang cukup tebal agar fungsi perlindungannya benar-benar efektif.

Artikel Pilihan Mang Mang:
Bagaimana Memilih Bedside Crib yang Baik? Poin Terbaru 2025 dalam Memilih Box Bayi!Memilih Bedong Bayi Terbaik untuk Si Kecil: Panduan Penting bagi Orang Tua
Playmat Harus Dipilih dengan Tepat! Panduan Membeli Playmat
