Mang Mang 小鹿蔓蔓

Pengenalan Fungsi Bedong Bayi, Apa Kegunaan dan Manfaat Bedong?

2025.03.10


Bayi yang baru lahir selalu membutuhkan rasa aman yang penuh, dan bedong adalah sekutu andalan yang tak tergantikan di perjalanan mengasuh anak. Dari membantu bayi tidur nyenyak, membantu menjaga suhu tubuh, hingga mengurangi refleks kaget, fungsi bedong jauh lebih dari sekadar "membungkus". Sebenarnya, asalkan bahan dipilih dengan tepat dan cara pakai dikuasai, satu bedong dapat menemani bayi dari masa newborn dan terus bertumbuh, membuat perawatan lebih ringan dan tenang. Mari bersama-sama memahami berbagai fungsi dan rahasia pemakaian bedong bayi berikut!

Apa Saja Fungsi Bedong Newborn? Pengenalan Kelebihan Bedong Instan

Bedong bayi ada banyak jenisnya. Berikut dijelaskan lebih lanjut dua fungsi utama bedong bayi:

Fungsi 1 - Memberi rasa aman penuh, tidur lebih nyenyak

Bayi yang terbungkus bedong, seluruh tubuhnya dikelilingi tekanan yang stabil, seperti di dalam rahim ibu, sehingga lebih mudah merasakan rasa aman tertentu dan emosinya tidak mudah gelisah. Selain itu, gerakan refleks tangan dan kaki bayi tidak terlalu besar karena terbungkus, sehingga bisa tidur lebih nyenyak.

Fungsi 2 - Mengatur suhu tubuh bayi

Kemampuan pengaturan suhu bayi baru lahir relatif kurang baik; dengan dibungkus bedong, suhu tubuh bisa terjaga. Di musim dingin yang suhunya rendah, selain memakaikan pakaian, bayi juga dipakaikan bedong untuk mendapat efek menghangatkan.


Saat bayi terbungkus bedong, ia merasa seolah dibawa kembali ke dalam rahim ibu; saat itu bayi merasa sangat aman dan nyaman, dan lebih mudah tidur dibanding biasanya. Karena itu, memakai bedong selain membuat bayi lebih merasa aman dan tidur lebih manis, juga memberi banyak manfaat lain:

  1. Bayi yang terbungkus bedong, karena meniru keadaan terbungkus di dalam tubuh ibu, akan tidur lebih lama dan lebih manis
  2. Saat memakai bedong, rasa cemas bayi berkurang.
  3. Dapat mengurangi bayi terbangun kaget akibat refleks kaget.
  4. Dapat menjaga bayi dalam posisi tidur telentang, menghindari risiko tidur tengkurap dan miring.
  5. Bedong juga bermanfaat bagi orang tua: semakin nyenyak tidur bayi, semakin lama orang tua bisa tidur!


Dari uraian di atas, manfaat yang dibawa pemakaian bedong bayi ada empat berikut:

1. Membantu Tidur

Bayi yang baru lepas dari tubuh ibu masih suka meringkuk, dan dalam beberapa minggu setelah lahir tetap ingin mencari perasaan akrab saat berada di dalam rahim, mencari rasa aman karena ditopang dan dibungkus erat. Bayi yang dibungkus bedong merasakan kedekatan seperti di dalam rahim, merasa tenang dan aman, sehingga mengurangi tangisan dan mudah tidur nyenyak. Ditambah bayi usia 0 sampai 3 bulan mengalami refleks kaget, bedong dapat mengurangi refleks kaget tersebut. Menurut penelitian, bedong memang dapat membantu tidur bayi, sehingga setelah bangun bayi dapat secepatnya kembali ke fase tidur lelap, dan mengurangi campur tangan serta bantuan orang lain. Tangan bayi yang terikat bedong juga lebih kecil kemungkinannya mencakar wajah dengan tangan.

Dokter pakar tumbuh kembang anak, dr. Wang Hongzhe, pernah menyebutkan dalam artikelnya bahwa bayi di dalam rahim ibu berada dalam posisi melingkar, sehingga pada beberapa minggu pertama setelah lahir masih ada fenomena melingkar fisiologis, yang paling jelas adalah pada sendi pinggul dan lutut yang selalu tertekuk saat berbaring datar. Selama ini kita terbiasa membungkus bayi dengan bedong, terutama bayi yang mudah gelisah, kaget, atau sulit diasuh; setelah diberi sensasi terbungkus, bayi lebih bisa stabil dan tenang.

2. Mengatur Suhu - Tetap Hangat

Bayi baru lahir dibungkus bedong, dengan menjaga kehangatan sebagai tujuan utamanya.

3. Memudahkan Menyusui ASI

Orang tua baru lebih membutuhkan bedong; pertama, mudah menggendong bayi, kedua, memberi rasa aman pada bayi untuk membantu tidur. Setelah bayi dibedong, ia lebih fokus menyusu, cocok sebagai alat bantu bagi ibu baru di awal menyusui.

4. Alat Serbaguna

Selain mudah tidur dengan bedong sebelum usia tiga bulan, setelah bayi mulai suka bergerak besar, bedong dapat dipakai sebagai penutup stroller, kain menyusui, selimut kecil, dan lainnya


Selain manfaat di atas, memakai bedong dengan cara yang benar tidak hanya meningkatkan efektivitas bedong, tetapi juga tidak akan menyebabkan displasia sendi pinggul pada bayi! Lalu bagaimana membungkus bayi dengan bedong secara benar? Berikut beberapa caranya:

  1. Gunakan bedong berbahan tipis dan breathable.
  2. Saat membungkus tidak melebihi bahu bayi, artinya leher dan kepala tidak perlu dibungkus.
  3. Jaga bayi dalam posisi tidur telentang, jangan biarkan bayi yang memakai bedong tidur miring atau tengkurap.
  4. Jangan membungkus bayi terlalu kencang, jangan memakai bedong yang membungkus pinggul dan kaki bayi secara berlebihan; membungkus bayi terlalu kencang dapat menyebabkan displasia sendi pinggul, salah satu penyebab sendi pinggul tidak terbentuk dengan benar.

Bagaimana Menyesuaikan dengan Tahap Pertumbuhan Bayi Baru Lahir? Usia Pemakaian Bedong Bayi

Tahap Pertumbuhan

Perubahan Fisiologis Bayi

Cara Memakai Bedong

Awal(1~3bulan)

Bayi baru lahir mudah kurang merasa aman

dan mengalami refleks kaget saat tidur

Siang maupun malam, bedong bayi dapat dipakai untuk membungkus bayi, membungkus erat kedua tangan dan tubuh bayi baru lahir dalam posisi telentang, yang dapat menambah rasa aman bayi,

mengurangi frekuensi refleks kaget, membantu bayi tidur tenang; sekaligus lengan bedong membantu bayi menjelajahi wajahnya tanpa mencakar diri sendiri sambil tetap ditenangkan. Desain bagian bawah yang lebar membuat kaki bayi bebas meregang, mendukung perkembangan kaki bayi.

Pertengahan(3~6bulan)

Bayi mulai berguling, tetapi karena tulang belum berkembang sempurna, sulit berguling dengan lincah atau mengangkat kepala sendiri

Bedong bisa dipakai saat bayi tidur lelap agar bayi tidur telentang secara alami, sehingga tidak mudah sesak napas akibat berguling dengan tidak tepat,

dan saat bangun bedong dapat dibuka agar bayi bebas bergerak. Karena ini masa bayi berguling, saat memakai perhatikan agar lengan bedong dibalik dari dalam ke luar, dan keluarkan tangan kiri atau kanan bayi pada saat yang tepat untuk melatih gerakan halus.

Akhir(6bulan ke atas)

Perkembangan tulang bayi mendekati sempurna,

lebih bisa mengangkat kepala, berguling, serta duduk dan berbaring sendiri

Sebagian bedong berbahan lembut dan breathable; saat bayi tidak perlu dibungkus lagi, bisa dipakai sebagai penutup menyusui, memberi privasi dan kenyamanan

Bedong dapat dipakai sebagai selimut antitendang; saat dipakai, buka resleting dua arah di bagian bawah, bisa menjadi rompi antitendang yang tumbuh bersama bayi, hangat dipakai dan tidak perlu khawatir selimut tertendang di tengah malam, mencegah bayi kedinginan di malam hari.Saat sedikit lebih besar bisa dipakai sebagaiselimut, tetap hangat dan nyaman

Bisa dipakai sebagai penutup strolleruntuk menghalangi sinar matahari atau debu angin, atau saat bayi bermain, bedong dibentangkan sebagai alas bermain.

Sebagian bedong berbahan lembut juga bisa diubah menjadi sprei atau sarung bantal box bayi, terus berfungsi.


Fungsi Bedong Bayi



Bedong bayi tidak hanya membuat bayi tidur lebih lama dan lebih manis, tetapi juga memberi orang tua ketenangan ekstra di malam hari. Dari memberi rasa aman, membantu tidur, menghangatkan, hingga bisa berubah menjadi kain menyusui, rompi antitendang, atau selimut kecil, nilai bedong jauh melebihi bayangan. Jika Anda mencari bedong yang bagus sekaligus praktis, pilih model yang bisa menemani bayi bertumbuh dan memadukan kenyamanan serta keamanan, agar setiap tidur lebih tenang dan perawatan lebih ringan.

▶ Pelajari lebih lanjut:Bagaimana Membedong Bayi dengan Benar? Rekomendasi Bedong Bayi yang Membungkus Bayi dengan Aman