Mang Mang 小鹿蔓蔓

Si Kecil Siap Masuk Sekolah! Bagaimana Memilih Kaus Kaki Penghilang Bau? Bagaimana Memilih Kaus Kaki untuk Anak yang Kakinya Bau?

 

Meski sekarang sedang libur musim panas, banyak TK yang diam-diam sudah bersiap membuka tahun ajaran baru~ Dengan mengantar anak ke TK, orang tua selain mengurangi waktu mengasuh, anak juga bisa menyalurkan energinya!

Sejak anak mulai bisa berjalan, aktivitasnya meningkat pesat, ditambah musim panas yang terik, aktivitas sepanjang hari dan keringat menumpuk di telapak kaki sehingga kaki anak berbau tajam. Mari kita bahas beberapa penyebab utama kaki anak bau, serta bagaimana orang tua memilih kaus kaki yang tepat untuk anak.

 

Kaki Berkeringat dan Lembap

Telapak kaki memiliki banyak kelenjar keringat sehingga mudah berkeringat; keringat selain mengandung air dan garam, juga mengandung asam laktat dan urea. Dalam kondisi banyak keringat dan lembap, keringat kaki melunakkan dan menguraikan keratin kaki sehingga membentuk sel kulit mati; bakteri di kaki berkembang biak dalam jumlah besar dan menjadikannya sumber nutrisi, ditambah urea dan asam laktat dalam keringat, sehingga akhirnya mengeluarkan bau.

 

Kualitas kaus kaki atau sepatu yang buruk

Penyebab bau kaki kadang karena memakai kaus kaki berkualitas rendah, atau sepatu yang tidak breathable sehingga udara tidak mengalir, bau kaki pun makin menumpuk dan pekat, memicu bau kaki.

Setelah memahami penyebab utama bau kaki ini, mari kita lihat cara memilih kaus kaki untuk mengatasi masalah kaki anak yang bau.

 

Pilih Kaus Kaki dengan Kandungan Katun Tinggi

Kaus kaki dengan kandungan katun tinggi menyerap kelembapan dan keringat lebih baik dibanding kaus kaki biasa. Jika kaus kaki tidak mampu menyerap keringat dan keringat menumpuk di telapak kaki, tempat itu mudah menjadi 'pemandian air panas' bagi bakteri, dan interaksi bakteri dengan keringat membuat masalah bau kaki lebih mudah muncul! Karena itu pastikan memilih kaus kaki dengan kandungan katun tinggi.

Namun perlu diluruskan satu hal: banyak kaus kaki katun murni di pasaran sebenarnya tidak dibuat dari 100% katun, karena serat katun kurang elastis. Jika dibuat 100% katun, kaus kaki tidak akan elastis dan mudah melorot dari kaki. Sebagian besar kaus kaki memiliki kandungan katun antara 60% hingga 85%, ditambah serat kimia (misalnya serat poliester, atau serat elastis seperti nilon dan spandeks) untuk memberi elastisitas atau sifat yang dibutuhkan, sehingga kaus kaki tidak mudah melorot saat dipakai.

Pilih Kaus Kaki Fungsional dengan Alas Antiselip

Anak sangat aktif, berlari dan melompat, sehingga tentu perlu memilih kaus kaki dengan alas antiselip. Karet menambah gesekan dengan lantai, sehingga anak lebih mantap berdiri saat bermain di dalam ruangan dan terhindar dari jatuh dan cedera karena lantai yang terlalu licin!

 

Bagian Atas Kaus Kaki Jangan Terlalu Longgar atau Terlalu Ketat

Pilih kaus kaki dengan karet bagian atas yang kekencangannya pas, sebisa mungkin tidak menjerat kulit, agar tidak mengganggu peredaran darah anak.

Ternyata memilih kaus kaki anak juga banyak ilmunya. Selain memilih model kaus kaki, orang tua juga perlu memperhatikan apakah kaus kaki berkandungan katun tinggi serta bersifat menghambat bakteri dan antiselip, sehingga selain mengurangi bau kaki anak, saat anak beraktivitas hanya dengan kaus kaki juga dapat mencegah terpeleset.

 

Rekomendasi Produk →[Mang Mang] Kaus Kaki Anak Penghilang Bau Fungsional Walker

Bacaan Lanjutan →Kaki Anak Bau Sekali!! Mengapa Kaki Anak Bisa Bau? Bagaimana Mengatasi Kaki Anak yang Bau

Bagaimana Mencuci Kaus Kaki Penghilang Bau? Bolehkah Dicuci Bersama Pakaian? Bagaimana Mencuci dan Merawat Kaus Kaki?